Ada
sebuah kisah menarik yaitu seorang bapak, anak dan seekor keledai. Bapak dan
anak tersebut hendak melakukan perjalanan menuju suatu tempat dan melewati
beberapa pemukiman suatu kaum. Ketika memasuki sebuah kaum ada yang mencela
mereka karena seekor keledai yang ditunggangi berdua. Akhirnya sang bapak pun
turun dan sang anak tetap menaiki keledai.
Memasuki
sebuah kaum yang lain mereka pun dicela dengan mengatakan ini anak tidak punya
akhlak, dia menunggangi keledai dan sang bapak disuruhnya berjalan. Akhirnya
sang anak pun turun dan ganti sang ayah menunggangi keledai tersebut.
Memasuki
suatu kaum yang lain lagi merekapun dicela dan mengatakan ini bapak tidak punya
perasaan, anak disuruh berjalan dan dia menunggangi keledai. Akhirnya sang
bapak turun dan keledaipun dituntunnya berdua.
Memasuki
perkampungan yang lain merekapun dicela lagi dengan mengatakan ini orang yang
bodoh. Membawa keledai namun tidak ditungganginya. Akhirnya mereka bingung dan
keledaipun dipikul berdua oleh bapak dan anak tersebut.
Ada
sebuah kisah lagi yakni saat ada seorang diri mrmbangun sebuah masjid. Hampir
setiap orang yang lewat selalu berkomentar pesimis terhadap apa yang dilakukan
oleh orang tersebut. Mereka meragukan dan berkata “tidak mungkin anda bisa
membangunnya seorang diri”. Selang beberapa waktu kemudian masjidpun telah
selesai dibangun dan orang-orangpun terheran dengan hal itu. Kemudian ada salah
satu dari mereka mengetahui apa rahasia masjid tersebut berhasil dibangun,
yaitu karena yang membangun tersebut adalah seorang yang tuli.
Nasehat
yang bisa diambil dari kisah diatas adalah bahwasanya dalam kehidupan ini kita
tidak mungkin lepas dari omongan manusia. Kalau kita mengikuti kehendak semua
manusia maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena setiap manusia memiliki
kehendak dan komentar atau pendapat masing-masing. Dan parahnya lagi ketika
kita mengikuti komentar kebanyakan manusia hal itu justru akan melemahkan
keyakinan kita dalam melakukan sesuatu.
Ada
sebuah nasehat mengatakan “keridhaan semua manusia adalah puncak yang tidak
bisa dicapai”. Maka dari itu yang penting disini adalah lakukanlah yang terbaik
yang Allah ridha dengan penuh keyakinan dan jangan hiraukan komentar kebanyakan
manusia. Dan alangkah lebih baiknya kita bisa bersikap tuli terhadap
komrntar-komentar tersebut.
Demikian
sedikit ilmu yang dapat saya bagi. Semoga menginspirasi, memberi arti dan menumbuhkan
keyakinan yang kuat dalam diri.
Wassalam..

No comments:
Post a Comment