Tuesday, 26 August 2014

Bermimpilah


Dengan Mimpi Akan membuka Banyak Peluang

Beranilah bermimpi melawan waktu
Agar ada tempat yang kau tuju
Tulislah jelas dengan tanpa ragu
Wujudkanlah dengan yakin dihatimu

Dengan mimpi kau lebih berarti
Menjalani waktu silih berganti
Menjadi lebih baik hari-kehari
Menjadi seorang pejuang sejati

Dengan mimpi kau akan terpacu
Berjuang hidup & lebih maju
Jadi kebanggaan bapak & ibu
Jadi pemenang dalam hidupmu

Bila engkau tiada punya mimpi
Maka hiduppun terasa sepi
Sehingga hanya jenuh menemani
Sehingga hanya bisa bediam diri

Sekali lagi bermimpilah
Maka hidupmu akan memiliki arah
& kau akan mengerti betapa nikmatnya lelah
& kau kan dapati bahwa hidupmu indah

Kisah Keridhaan Manusia


Ada sebuah kisah menarik yaitu seorang bapak, anak dan seekor keledai. Bapak dan anak tersebut hendak melakukan perjalanan menuju suatu tempat dan melewati beberapa pemukiman suatu kaum. Ketika memasuki sebuah kaum ada yang mencela mereka karena seekor keledai yang ditunggangi berdua. Akhirnya sang bapak pun turun dan sang anak tetap menaiki keledai.

Memasuki sebuah kaum yang lain mereka pun dicela dengan mengatakan ini anak tidak punya akhlak, dia menunggangi keledai dan sang bapak disuruhnya berjalan. Akhirnya sang anak pun turun dan ganti sang ayah menunggangi keledai tersebut.

Memasuki suatu kaum yang lain lagi merekapun dicela dan mengatakan ini bapak tidak punya perasaan, anak disuruh berjalan dan dia menunggangi keledai. Akhirnya sang bapak turun dan keledaipun dituntunnya berdua.

Memasuki perkampungan yang lain merekapun dicela lagi dengan mengatakan ini orang yang bodoh. Membawa keledai namun tidak ditungganginya. Akhirnya mereka bingung dan keledaipun dipikul berdua oleh bapak dan anak tersebut.

Ada sebuah kisah lagi yakni saat ada seorang diri mrmbangun sebuah masjid. Hampir setiap orang yang lewat selalu berkomentar pesimis terhadap apa yang dilakukan oleh orang tersebut. Mereka meragukan dan berkata “tidak mungkin anda bisa membangunnya seorang diri”. Selang beberapa waktu kemudian masjidpun telah selesai dibangun dan orang-orangpun terheran dengan hal itu. Kemudian ada salah satu dari mereka mengetahui apa rahasia masjid tersebut berhasil dibangun, yaitu karena yang membangun tersebut adalah seorang yang tuli.

Nasehat yang bisa diambil dari kisah diatas adalah bahwasanya dalam kehidupan ini kita tidak mungkin lepas dari omongan manusia. Kalau kita mengikuti kehendak semua manusia maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena setiap manusia memiliki kehendak dan komentar atau pendapat masing-masing. Dan parahnya lagi ketika kita mengikuti komentar kebanyakan manusia hal itu justru akan melemahkan keyakinan kita dalam melakukan sesuatu.

Ada sebuah nasehat mengatakan “keridhaan semua manusia adalah puncak yang tidak bisa dicapai”. Maka dari itu yang penting disini adalah lakukanlah yang terbaik yang Allah ridha dengan penuh keyakinan dan jangan hiraukan komentar kebanyakan manusia. Dan alangkah lebih baiknya kita bisa bersikap tuli terhadap komrntar-komentar tersebut.

Demikian sedikit ilmu yang dapat saya bagi. Semoga menginspirasi, memberi arti dan menumbuhkan keyakinan yang kuat dalam diri.
Wassalam..

Sunday, 24 August 2014

Sang Pengubah Takdir “Do’a”


Tuhan aku merasa Engkau telah menunjukkanku pada sebuah surga. Sebuah surga yang orang lain belum tentu measakan nikmatnya. Sebuah surga yang harus dilalui melewati berbagai kesulitan-kesulitan yang pikiran manusiapun beranggapan mustahil untuk dilalui. Surga yang orang lain belum tentu bisa mendapatkannya.

Tuhan aku telah melihat surga itu, namun aku belum mampu untuk meraihnya. Luruskanlah niat ini agar aku tidak menghamba pada dunia dan agar tetap Engkau sebagai tempat kembali. Tuntunlah langkahku agar aku bisa menujunya tanpa tersesat. Yakinkanlah pendirianku agar aku melangkah tanpa putus asa. Jadikan semua proses ini indah agar aku tak akan berhenti melangkah.

Tuhan jika surga itu telah berada di tangan. Sungguh semua karenaMu yang memudahkan. Sungguh tiada mampu aku berjalan jika tanpa Engkau tuntunan. Hilangkanlah sombong dan segala penyakit hati, karena sungguh hanya Engkaulah yang menguasai diri. Tiada daya upaya melainkan belas kasihmu.

Tuhan Engkau telah berkata bahwa Engkau malu jika ada hambaMu yang menengadahkan tangan dan Engkau tidak mengabulkan sebelum hambaMu menurunkan tangannya. Dan kini aku menunggu surga itu dengan segenap ikhtiar, doa dan tawakkalku. Untuk menjadi kebaikan dunia akhiratku. Memperjuangkan dunia untuk tujuan akhiratku. Menjadi seorang kaya dunia akhirat, Aamiin.